PEPATAH PETITIH MINANGKABAU
oleh WebmasterElok nagari dek panghulu, elok tapian dek nan mudo, elok masajik dek tuanku, elok rumah dek bundo kanduang.
Baik-buruknya suatu negeri tergantung pada para pemimpinnya, baik-buruknya suatu masyarakat tergantung pada perilaku pemuda-pemudinya, baik-buruknya agama dijalankan tergantung pada alim-ulamanya, dan baik-buruknya suatu keluarga tergantung pada bagaimana seorang ibu mendidik anak-anaknya.
Indomo di Saruaso, Datuak Mangkudun di Sumaniak. Sabab anak jatuah binaso, ibu bapak nan kurang cadiak.
Kesesatan seorang anak adalah disebabkan oleh kelalaian kedua orangtuanya dalam mendidik dan memeliharanya.
Dek ketek taanjo-anjo, lah gadang tabao-bao, lah tuo tarubah tido, sampai mati manjadi paranggai.
Setiap perbuatan (baik atau buruk) yang biasa dilakukan semenjak dari kecil, akan sulit untuk dirubah setelah dewasa, bahkan sampai mati pun akan tetap menjadi pakaian/kebiasaan. Membiasakan anak-anak untuk berbuat hal-hal yang baik dan menjaganya dari melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk akan menghasilkan generasi yang mulia.
Gadang sendok tak mambao, gadang suok tak manganyang, gadang antak indak lalu. Gadang tungkuih tak barisi, gadang galogok tak bamalu.
Seseorang yang suka berbicara sombong dan takabur, serta membanggakan dirinya, biasanya tidak memiliki kebesaran seperti apa yang dibicarakannya dan keangkuhannya itu mencerminkan kurangnya rasa malu.
Ombak barayun manuju pantai, riak nyato manuju tapi. Indak guno jadi rang pandai, kalau baulemu indak babudi.
Tak ada artinya menjadi seorang yang pandai kalau tidak mempunyai budi pekerti yang baik, karena masyarakat justru menjadi hancur karena kepandaiannya.
Panjang namuah dikarek senteng namuah dibilai, singkek namuah diuleh, kurang namuah ditukuak.
Sebaik-baik manusia adalah yang mau menerima nasehat dari orang lain dan mengakui kekurangan-kekurangannya.
Dek rajin pandai nan datang, dek malu buruak tasuo. Hari pagi mananti patang, insyaflah diri dengan tubuah.
Ingatlah bahwa dalam hidup ini, muda akan menjadi tua, dan tua akan kembali pada asalnya yakni tanah. Banyak-banyaklah melakukan amal yang baik, karena waktu tidak dapat diputar kembali ke belakang.
Kato rajo kato basahajo, kato titah kato balimpahan, dari duo capailah tigo, jangan sakali disudahi.
Setiap manusia perlu mempunyai cita-cita yang tinggi dan mulia, tetapi cita-cita tersebut harus dicapai secara bertahap melalui bermacam proses. Cita-cita yang dicapai dengan jalan pintas menggunakan cara-cara yang tidak halal akan membawa malapetaka baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
Gadanglah aia banda baru, nampak nan dari mandi angin. Elok nan usang dipabaru, pado mancari ka nan lain.
Dari pada mencari sesuatu yang baru, lebih baik memelihara dan memperbaiki yang telah ada. Jika benda yang lama masih bisa dipergunakan, maka tidak perlu membeli yang baru. Keinginan untuk memiliki sesuatu haruslah didasarkan pada kebutuhan dan kemampuan. Hidup hemat bukanlah berarti hidup pelit dan kikir terhadap diri sendiri. Hidup hemat juga bukan berarti tidak sudi mengeluarkan zakat dan bersedekah. Hidup hemat adalah hidup secara arif dan masuk akal, memiliki sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, dan menafkahkan sebagian dari harta kepada orang lain karena memang kita memiliki kelebihan daripada orang lain. Hidup hemat adalah hidup yang Islami.
Kahilia jalan ka Sumani, sasimpang jalan ka Singkarak. Saukua mangko manjadi, sasuai mangko takanak.
Segala sesuatu yang diberikan keleluasaan untuk merundingkannya oleh Al-Qur'aan & Hadits, seperti hal-hal yang hukumnya Mubah (boleh) hendaklah dibicarakan dengan cara musyawarah untuk mufakat hingga tercapai satu pendapat dan satu tujuan.
Banyak diliek jauah bajalan, lamo hiduik banyak diraso. Kalau kito dalam parsidangan, marah jo duko usah dipakai.
Di dalam suatu persidangan atau pembicaraan, kita tidak boleh mudah marah dan bersedih hati. Kemampuan mengendalikan emosi dan menyembunyikan perasaan, mencerminkan tingkat kedewasaan dan kewibawaan seseorang. Semakin mudah kita terpancing untuk bersikap emosional, seperti; marah, sedih, gembira dan bingung, maka akan semakin mudah pula kita dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain.
Nan sakik iyolah kato, nan padiah iyolah rundiang. Dek tajam nampak nan luko, dek kato hati taguntiang.
Perkataan yang menyakiti hati orang lain lebih berbahaya dari pisau yang tajam. Berbicaralah seperlunya dengan cara yang baik dan santun. Berfikir sebelum berbicara adalah hal yang sangat dianjurkan oleh agama.
Dikutip dari buku: 1000 Pepatah-Petitih-Mamang-Bidal-Pantun-Gurindam, karya Idrus Hakimy Dt. Rajo Panghulu, cetakan ke-1 tahun 1978, CV. Rosda, Bandung.
Catatan: tulisan di atas telah mengalami sedikit perubahan dan penambahan dari aslinya tanpa sepengetahuan penulisnya untuk mempermudah pemahaman dan memperjelas arti.


9 Comments:
Lebih mudah difahamkan.
Lebih mudah dijelaskan.
Lebih kemas di pandangan.
JUSTIFY...
Yeeeeehaaaa...!
While kasi comment ni..akuro tengah naik kuda ke?? np lak pk Yeeeeeehaaa...?? hahahaha..! hamba jd ingat cowboy movies.. hahahaa..!!
Hehe...
Ayah jgn ckp psl naik kudala, lupa ke ibu tgh g*rsang ni...
Huhuhu... :-"
hmm..apa hubungannya kuda dgn g**sang nii?? :-? if kuda dgn rumput g**sang baru la ada connection..hahahaa..!!
Yela, padang rumput g**sang tu dah lama tak kena siram..!! Siramla, barula best naik kuda. Hiks!
Haha!
Sabar laa..langit dah mendung tuu.. jap lagi mestila hujan...hahahaha..! naik kuda sesambil disiram hujan..waahh..! bestnyaaaa...cam cowboy movies..dor..! dorr..! dooorr..! baloon siapa yg meletuss tuu?? hahaha..!!
Balloon "kuda" tu kut. Haha! "Kuda" ada balloon ke? :P
adaaaaa...! kuda orang yg jual baloon..org ni lekatkan baloon dia kat kuda dia tu...hahahaha..!
Napa lak org tu nak "lekatkan" balloon kat kuda tu pulaakkk...
:((
Justify la..... :((
Post a Comment
<< Home