DANA TERORIS INDONESIA BERASAL DARI ISRAEL
oleh WebmasterPengamat Timur Tengah Riza Sihbudi mengatakan bahwa penyandang dana teroris yang disebut dari Timur Tengah itu sangat dimungkinkan berasal dari Israel. Karena, Israel sangat berkepentingan membuat negara mayoritas Islam kacau. Apalagi, Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina. "Timur Tengah tidak selalu Arab, ada Yahudi Israel, sangat mungkin mereka intelijen-intelijen Israel. Dulu pernah disinyalir oleh Jendral Ryamizard Ryacudu (mantan Kepala Staf AD Indonesia) bahwa sudah banyak agen Israel masuk ke Indonesia, mereka berkepentingan negara Islam kacau dan Indonesia mayoritas Islam," jelas pengamat dari LIPI itu menyebutkan analisanya. Menurut dia, bagi negara-negara Timur Tengah lainnya tidak ada keuntungan melakukan aksi teror di Indonesia, dan mereka lebih memilih melakukannya di negara-negara Barat. Kecuali, kata Riza, orang dari negara Arab atau Timur Tengah secara individu. Itupun, aksi terornya mengarah kepada negara Arab lain yang dinilai pro-AS seperti Yordania. Sehingga, terjadi berbagai ledakan bom seperti pada Rabu (9/11) yang disinyalir dilakukan oleh kelompok teroris di Irak. Dia mengingatkan, bahwa sejumlah negara di lingkungan Timur Tengah sesungguhnya memiliki masalah masing-masing. "Mereka sebetulnya mendapat masalah di lingkungan mereka yang rumit, untuk apa mereka mengacau Indonesia yang jauh sekali. Negara-negara Arab itu sudah cukup 'rumit' dengan AS dan Israel," jelas Riza. Meski, dia mengakui bahwa aksi teror itu dapat muncul dari negara manapun. Tapi, berdasarkan analisanya negara Timur Tengah itu adalah Israel melalui agen-agen intelijennya. Menyinggung sikap 'dingin' Malaysia pasca tewasnya Azahari, menurut Riza, posisi Malaysia tidak mudah. Terutama dengan aksi teror yang selama ini dilakukan Azahari dan Noordin M Top itu. "Bila (Malaysia) ikut-ikutan memberikan tanggapan, bisa muncul persepsi berbeda. Misalnya muncul kecurigaan Kedubes Malaysia ikut terlibat," kata Riza. Menurut dia, bila seorang warganegara telah meninggalkan negara asalnya, maka tindakan yang dilakukan oleh warganegara itu tidak bisa dilimpahkan kepada negara asalnya. Dia mencontohkan, WNI yang melakukan aksi teror di Filipina. (MIOL/21/11/05) http://www.swaramuslim.net/more.php?id=5051_0_1_0_M
swaramuslim 22 November 2005


1 Comments:
Yela, kalo Malaysia ikut bg pendapat or jd extreme cam jiran sebelah dia tu... Kacaula Malaysia yg aman damai ni :-" Sbb tu Malaysia sll ambil jln selamat atau spt yg Abang ckp tu SIYASAH (?) kn? :->
Peace :)>-
*heheh!*
Post a Comment
<< Home