Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr ra., ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia memandang kepada hati kalian." [HR. Muslim] *** "Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Sertailah (tutuplah) kejelekan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan tadi akan menghapus kejelekan, dan gaulilah manusia dengan akhlak yang baik." [HR. Tirmidzi] *** Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah ra., dari Nabi Saw., ia berkata: "Seorang muslim yang tertimpa kecelakaan, kemelaratan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun kedukacitaan, sampai yang tertusuk duri pun, niscaya Allah akan mengampuni dosanya sesuai apa yang menimpanya." [HR. Bukhari dan Muslim] *** Dari Anas ra., ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: "Apabila Allah menghendaki hamba-Nya menjadi orang yang baik, maka Dia menyegerakan siksaannya di dunia, dan apabila Allah menghendaki hamba-Nya menjadi orang jahat, maka Dia menangguhkan balasan dosanya sehingga Allah akan menuntutnya pada hari Kiamat." [HR. Bukhari dan Muslim]

Tuesday, November 22, 2005

DANA TERORIS INDONESIA BERASAL DARI ISRAEL

oleh Webmaster
Untold Story/the X files


swaramuslim 22 November 2005

Pengamat Timur Tengah Riza Sihbudi mengatakan bahwa penyandang dana teroris yang disebut dari Timur Tengah itu sangat dimungkinkan berasal dari Israel. Karena, Israel sangat berkepentingan membuat negara mayoritas Islam kacau. Apalagi, Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina.

"Timur Tengah tidak selalu Arab, ada Yahudi Israel, sangat mungkin mereka intelijen-intelijen Israel. Dulu pernah disinyalir oleh Jendral Ryamizard Ryacudu (mantan Kepala Staf AD Indonesia) bahwa sudah banyak agen Israel masuk ke Indonesia, mereka berkepentingan negara Islam kacau dan Indonesia mayoritas Islam," jelas pengamat dari LIPI itu menyebutkan analisanya.

Menurut dia, bagi negara-negara Timur Tengah lainnya tidak ada keuntungan melakukan aksi teror di Indonesia, dan mereka lebih memilih melakukannya di negara-negara Barat.

Kecuali, kata Riza, orang dari negara Arab atau Timur Tengah secara individu. Itupun, aksi terornya mengarah kepada negara Arab lain yang dinilai pro-AS seperti Yordania. Sehingga, terjadi berbagai ledakan bom seperti pada Rabu (9/11) yang disinyalir dilakukan oleh kelompok teroris di Irak.

Dia mengingatkan, bahwa sejumlah negara di lingkungan Timur Tengah sesungguhnya memiliki masalah masing-masing.

"Mereka sebetulnya mendapat masalah di lingkungan mereka yang rumit, untuk apa mereka mengacau Indonesia yang jauh sekali. Negara-negara Arab itu sudah cukup 'rumit' dengan AS dan Israel," jelas Riza.

Meski, dia mengakui bahwa aksi teror itu dapat muncul dari negara manapun. Tapi, berdasarkan analisanya negara Timur Tengah itu adalah Israel melalui agen-agen intelijennya.

Menyinggung sikap 'dingin' Malaysia pasca tewasnya Azahari, menurut Riza, posisi Malaysia tidak mudah. Terutama dengan aksi teror yang selama ini dilakukan Azahari dan Noordin M Top itu.

"Bila (Malaysia) ikut-ikutan memberikan tanggapan, bisa muncul persepsi berbeda. Misalnya muncul kecurigaan Kedubes Malaysia ikut terlibat," kata Riza.

Menurut dia, bila seorang warganegara telah meninggalkan negara asalnya, maka tindakan yang dilakukan oleh warganegara itu tidak bisa dilimpahkan kepada negara asalnya. Dia mencontohkan, WNI yang melakukan aksi teror di Filipina. (MIOL/21/11/05)

http://www.swaramuslim.net/more.php?id=5051_0_1_0_M

1 Comments:

Blogger Akuro ® said...

Yela, kalo Malaysia ikut bg pendapat or jd extreme cam jiran sebelah dia tu... Kacaula Malaysia yg aman damai ni :-" Sbb tu Malaysia sll ambil jln selamat atau spt yg Abang ckp tu SIYASAH (?) kn? :->

Peace :)>-

*heheh!*

Monday, November 28, 2005 1:28:00 PM  

Post a Comment

<< Home